Tampilkan postingan dengan label Pameran Seni Rupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pameran Seni Rupa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2016

Pengumuman Seniman Pameran Perupa Muda FKY28
Unknown15.27 0 komentar

Suasana selepas seleksi karya Pameran Perupa Muda FKY28 (foto: Abi Setiaji)
Dalam kaitannya dengan tema besar FKY 28 (Festival Kesenian Yogyakarta 28), yakni ‘Masa Depan, Hari ini Dulu’, Pameran Perupa Muda (Paperu) ingin menempatkan diri dalam keyakinan bahwa ketika berbicara masa depan dalam bingkai kekinian (masa sekarang dengan segala fenomena dan realitasnya), orang pertama-tama perlu menengok kepada sumber-sumber subjektif yang berasal dari dalam diri, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, seringkali irasional dan mbeling terhadap logika, namun menjadi serpihan kecil yang turut membangun makna orang hidup di zaman sekarang. Bila masa depan mau dibayangkan, masa kini perlu dimaknai terlebih dahulu. Bukan karena orang harus tergila-gila dengan makna dan tergesa-gesa membuat hidupnya menjadi lebih bermakna, melainkan karena dari masa kinilah orang bisa membayangkan akan seperti apa masa depan nantinya.

Dengan mendasarkan diri pada abstraksi yang telah disebutkan di atas, kami tim Paperu beserta tim seleksi yang terdiri dari Prof. Dwi Marianto Phd, dan Rain Rosidi (narasumber FKY 28), Hendra Himawan (kurator Paperu), telah melaksanakan proses seleksi pada hari Sabtu 6 Agustus 2016 di Padepokan Wayang Ukur, Taman Siswa. Proses yang telah dilakukan memilih karya-karya seniman dengan mengacu kepada sejumlah kriteria, seperti kesesuaian konsep dengan tema Paperu kali ini, gagasan, artistik, dan cara penyajian. Selain melakukan proses seleksi karya, kami juga mengundang beberapa nama untuk turut ambil bagian dalam Paperu sebagai seniman undangan.

Maka di bawah ini kami menyajikan daftar lengkap seniman yang turut memeriahkan Paperu FKY 28.


No


Nama Seniman
1
AC Andre Tanama
2
Adek Dimas Ajisaka
3
Afdhal
4
Agung Tattoo Suryanto
5
Agustina Triwahyuningsih
6
Alexandra Ivantono
7
Angga Yuniar Santosa
8
Anggar Prasetyo
9
Arief Budiman
10
Aries BM
11
Asep Prasetyo
12
Benny Wicaksono
13
Bron Zaelani
14
Chatibah Silmi
15
Dedi Sufriadi
16
Deni Rahman
17
Diana Ibrahim
18
Dias Prabu
19
Didik 797
20
Dyah Retno Fitriani
21
Dyan Condro
22
Eva Bubla
23
Hardy Ramadhani
24
Hendra Blangkon Priyadhani
25
Hendra 'Hehe' Harsono
26
I Putu Adi Suanjaya
27
Iabadiou Piko
28
IBK Sindu Putra
29
Ican Harem
30
Iqi Qoror
31
Ismanto Wahyudi
32
Jhoni Saputra
33
Karyadi x Jathilan Komunitas
34
Laksmi Sitharesmi
35
Lintang Raditya
36
M. Fadhil Abdi
37
M.A Roziq
38
Mahaputra Vito Wikandhitya
39
Maqbul Khoir
40
Marten Bayuaji
41
Muhammad Lugas Sillabus
42
Muhammad Taufik (Emte)
43
M. Taufiq Hidayatulloh A.K.A  Ate Rema Ulung
44
Oky Rey Montha
45
Om Leo
46
Rangga Anugrah Putra
47
Rangga Jalu Pamungkas
48
RI Aspagura
49
Rocka Radipa
50
Ronald Apriyan
51
Rudi Hendriatno
52
Saharuddin Supar
53
Sebastian Advent
54
Seruni Bodjawat
55
Siam Candra Aritista
56
Sony Prasetyotomo
57
Syams Riadio
58
Tejo Purnomo
59
Wildan Indra Sugara
60
Ira Agrivene
61
Yahya Dwi Kurniawan


Senin, 11 Juli 2016

Paperu FKY28 Memanggil Seniman Muda
Unknown08.52 3 komentar



Pameran Perupa Muda (Paperu) kali ini sudah memasuki tahun ketiga. "(Ng)impi(An)" menjadi tajuk utama pada pameran tersebut, dan ingin mengajak para seniman muda yang ambisius dan progresif untuk ikut serta dalam Paperu yang bakal diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, 29 Agustus - 5 September 2016.

Tema yang diusung kali ini berkaitan dengan surrealisme:

Paperu (Pameran Perupa Muda) kali ini ingin berangkat dari konsep surrealisme yang idenya berasal dari alam bawah sadar; yang bentuknya tidak bisa diraba dan dilihat, namun masih masuk akal untuk diproyeksikan.

Dalam kaitannya dengan tema besar FKY 28 (Festival Kesenian Yogyakarta 28), yakni ‘Masa Depan, Hari ini Dulu’, Paperu ingin menempatkan diri dalam keyakinan bahwa ketika berbicara masa depan dalam bingkai kekinian (masa sekarang dengan segala fenomena dan realitasnya), orang pertama-tama perlu menengok kepada sumber-sumber subjektif yang berasal dari dalam diri, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, seringkali irasional dan mbeling terhadap logika, namun menjadi serpihan kecil yang turut membangun makna orang hidup di zaman sekarang.

Bila masa depan mau dibayangkan, masa kini perlu dimaknai terlebih dahulu. Bukan karena orang harus tergila-gila dengan makna dan tergesa-gesa membuat hidupnya menjadi lebih bermakna, melainkan karena dari masa kinilah orang bisa membayangkan akan seperti apa masa depan nantinya.

Kata Kunci: surrealisme, realisme magis, dystopia, utopia, masa kini, realitas, bawah sadar (unconscious).



Persyaratan seleksi:
  1. Perupa muda berusia 18-30 tahun
  2. Karya yang dikirim bisa dalam dua wujud :
  3. 2 (dua) dimensi dengan ukuran maksimum 2m x 1,5m
  4. Instalasi 3 (tiga) dimensi dengan ukuran maksimum 2m x 3m x 2m
  5. Karya tiga dimensi (3D/patung/instalasi) wajib disertai dengan base/dudukan karya dan rancangan display.
  6. Diutamakan mengajukan karya terbaru
  7. Namun calon peserta diperbolehkan mengirim karya lama, dengan syarat karya harus diciptakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2013-2016) dan sesuai dengan tema serta konsep pameran (tema pameran dapat dilihat di www.infofky.com dan di paperufky.blogspot.com).
  8. Karya yang diajukan bisa dikerjakan secara individual maupun secara berkelompok (kolektif)
  9. Peserta mengirimkan berbagai macam dokumen teknis sebagai berikut:
    • Bila mengirimkan karya lama/baru, diharapkan mengirim foto karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
    • Detil karya dan penjabaran konsep karya dalam format MS Word, maksimum 100 kata, yang bisa disunting ulang oleh tim panitia.
    • Detil karya meliputi judul, media, ukuran, tahun pembuatan. Biodata maupun CV perupa yang memuat data-data tentang nama, alamat surat, nomor telpon, alamat e-mail, serta riwayat kepesertaan pada pameran seni rupa.
Semua dokumen digabung dalam sebuah folder terkompres (format .ZIP atau .RAR) yang diberi nama sesuai nama calon peserta, dan dikirimkan ke alamat email paperufky@gmail.com sebelum 4 Agustus 2016. Tenggat waktu pengiriman dokumen tgl 4 Agustus 2016 pukul 24:00 WIB.

Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Agustus 2016 di situs resmi FKY: www.infofky.com dan di paperufky.blogspot.com

CP: Trien ‘iien’ Afriza
08153961362
081389579228

Kamis, 20 Agustus 2015

Pengumuman Perupa Lolos Seleksi PAPERU FKY27
Unknown16.34 2 komentar

Foto oleh: Sukri Grafis


18 Agustus silam, tim PAPERU (Pameran Perupa Muda) FKY27 bersama dengan empat anggota tim seleksi, yakni Eross Chandra, Greg Wuryanto, Stefan Buana dan Gintani Swastika mengadakan pertemuan mulai dari 12:00 siang sampai 03:00 dini hari guna menyeleksi 175 karya yang masuk sepanjang periode open call PAPERU yang ditutup 15 Agustus 2015.

Proses penjurian yang panjang dan cukup melelahkan berpijak pada latar pemikiran yang memungkinkan PAPERU tahun ini mengada. Subject matter yang kami tekankan untuk pameran tahun ini adalah "orang-orang biasa dalam aliran sejarah". Dari sana kami kemudian beranjak ke konsep sawang sinawang yang memiliki makna harafiah: saling memandang terhadap orang lain dan diri sendiri. Dengan konsep demikian, Paperu tahun ini diharapkan menjadi bahan refleksi diri manusia terhadap harmonisasi perjalanan hidup yang diyakini.

Kembali ke hal-hal yang sifatnya umum. Festival Kesenian Yogyakarta 27 tahun ini hadir dengan tajuk 'Dandan'. Ini menjadi pijakan kedua bagi kami untuk mengkonsep PAPERU, yang kemudian memunculkan tajuk 'Paperu: Laras Sinawang' sebagai penanda utama. Dari sana kami mengharapkan peserta pameran turut aktif dalam upaya untuk mendandani (paling tidak lewat bahasa seni rupa) tiga hal, yakni self (kedirian), konteks zaman sekarang, dan sudut pandang yang khas. Turah dari ketiga hal tersebut bisa dituangkan melalui berbagai macam kecenderungan teknik dan bidang yang saat ini dikerjakan dan diminati oleh peserta pameran.

Pijakan penilaian telah ditemukan dan proses seleksi dimulai.

Diskusi yang muncul ketika proses seleksi menekankan penilaian pada ide dasar karya. Dari sana para juri dan tim PAPERU sepakat bahwa ide yang berakar pada pemikiran individual adalah pijakan utama penilaian.Setelah soal ide kemudian ada pertimbangan tentang bagaimana seniman muda memaknai medium kemudian menyajikan visual yang unik dan menarik, serta memiliki makna yang selaras dengan tema PAPERU tahun ini. Karena itulah karya-karya terpilih tidak sebatas pada bentuk seni konvensional, melainkan juga bentuk-bentuk lain yang kami rasa unik dan memiliki ide yang segar. Kami tidak membatasi penilaian pada bentuk, melainkan pada ide individual lah kami berpijak.

Foto oleh: Sukri Grafis


Setelah menghabiskan bergelas-gelas kopi, jus, teh, dan pondoh ...... inilah 30 seniman yang lolos seleksi open call PAPERU FKY 27:

1. Tejo Purnomo
2. Danni Febriana
3. Marten Bayuaji
4. Harun AK
5. Riboet AB
6. Muhamad Wildan Indra Sugara
7. I Ketut Mahendra
8. Asmara Ilham
9. Ahmad Kurnia (Ahmad Imung)
10. Bagus Adi Chandra
11. LowpolyPaper
12. Eirene Ganap
13. Muhammad Sabiq
14. Chimoo (finding.apple project)
15. Khusnul Qotimah H.
16. Arwin Hidayat
17. Arya Y. Pamungkas
18. Arzena Ersidyandhi
19. Anis Kurniasih
20. Cahna
21. Taufik Noor Aditama
22. Adek Dimas Ajisaka
23. Muhammad Hasan
24. Ajar Ardianto
25. Saiful Bachri
26. Adha Widayansah
27. Rangga Anugrah Putra
28. Feros Alvansyah
29. Sukri Ghazali
30. Dedy Shofianto




                     

Senin, 10 Agustus 2015

Special Mention: Erros Chandra (Tim Seleksi Paperu)
Unknown10.13 0 komentar



Eross Chandra adalah salah satu tim seleksi karya dalam Paperu: Laras Sinawang. Ia merupakan pencipta lagu paling produktif di Sheila on 7. Kemampuannya menulis lirik dalam lagu ciptaanya berhasil menyatukan antara pikiran dan perasaannya, seperti rasa rindu, rasa benci dan keindahan lainnya. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dalam album S07 sebagai sebuah karya seni.

Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Kirim karya anda sebelum tanggal 15 agustus.Periksa segera halaman ketentuan open call. 

Special Mention: Gintani Swastika (Tim Seleksi Paperu)
Unknown10.09 0 komentar



Gintani Swastika adalah salah satu tim seleksi karya dalam Paperu: Laras Sinawang. Ia lebih dikenal sebagai seorang seniman sekaligus kurator perempuan yang getol melakukan penelitian seni berbasis riset. Beberapa riset tentang budaya pop telah mengantarkannya untuk menjadi salah satu pendiri ‘AceHouse Collective; sebuah ruang seni yang beraroma cutting edge.

Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Kirim karya anda sebelum tanggal 15 agustus. Periksa segera halaman ketentuan open call. 

Senin, 27 Juli 2015

Open Call Untuk Seniman Muda
Unknown13.33 0 komentar



Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta.

Syarat umum pendaftaran adalah: berusia 18 - 35 tahun dan memiliki hasrat yang besar untuk mengeksplorasi konsep dan tema pameran, berdasarkan minat dan kecenderungan bidang visual yang tengah dikerjakan. Pendaftaran open call ditutup pada 15 Agustus 2015.


Persyaratan Seleksi
1. Perupa muda berusia 18-35 tahun.
2. Karya yang dikirim bisa dalam dua wujud :
• 2 (dua) dimensi dengan ukuran maksimum 1.5 m x 1 m
• Instalasi 3 (tiga) dimensi dengan ukuran maksimum 2 m x 3 m x 2 m
3. Media bebas
4. Diutamakan mengajukan karya terbaru.
5. Dibolehkan mengirim karya lama, dengan syarat karya harus diciptakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2010-2015) dan sesuai dengan tema serta konsep pameran.
6. Karya yang diajukan bisa dikerjakan secara individual maupun secara berkelompok (kolektif).
7. Peserta mengirimkan berbagai macam dokumen teknis sebagai berikut :
• Bila mengirimkan karya lama, diharapkan mengirim foto karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
• Bila mengajukan karya baru, kirimkan foto/hasil scan sketsa karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
• Detil karya dan penjabaran konsep karya dalam format MS Word, maksimum 300 kata, yang bisa disunting ulang oleh tim panitia. Detil karya meliputi judul, media, ukuran, tahun pembuatan.
• Biodata maupun CV perupa yang memuat data-data tentang nama, alamat surat, nomor telpon, alamat e-mail, serta riwayat kepesertaan pada pameran seni rupa.
• Semua dokumen digabung dalam sebuah folder terkompres (format .ZIP atau .RAR) yang diberi nama sesuai nama calon peserta, dan dikirimkan ke alamat email larassinawangfky27@gmail.comsebelum tanggal 15 Agustus 2015. Tenggat waktu pengiriman dokumen adalah 15 Agustus 2015 pukul 24:00.
8. Proses seleksi dilakukan oleh : Stefan Buana (seniman), Eross SO7 (musisi), Greg Wuryanto (arsitek - akademis), Gintani Swastika (seniman - kurator)
9. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 20 Agustus 2015 di situs resmi FKY www.infofky.com
10. Calon peserta yang lolos seleksi diminta mengirimkan karya ke kantor panitia pameran antara tanggal 21-24 Agustus 2015, dan selambat-lambatnya pada tanggal 24 Agustus 2015. Catatan lebih lanjut untuk teknis pengiriman karya akan disusulkan lewat email calon peserta yang lolos seleksi.
11. Pemajangan karya akan dilakukan pada tanggal 23-24 Agustus 2015. Tim pajang karya pameran akan bertanggung jawab pada proses tersebut. Peserta lolos seleksi yang membutuhkan hal khusus terkait pemajangan karya diharapkan menghubungi koordinator display.
12. Contact Person:
• Arsita Pinandita (Pimpinan Pameran) 08175416118
• Mohammad Hadid (Pimpinan Program) 08156868578
• Raga Oktaviansyah (Manajemen Karya) 08562933168

Formulir bisa diunduh melalui tautan di bawah ini:

Syarat dan Ketentuan Paperu FKY27

Paperu FKY27: LARAS SINAWANG
Unknown11.01 0 komentar

Paperu merupakan sebuah singkatan yang merujuk kepada para perupa muda yang hidup di lintasan zaman digital dan ‘apa saja boleh’, di mana seni seakan-akan menjadi praktik cair yang bisa dilakukan siapa saja.

Latar Pemikiran
Tajuk ‘Paperu FKY27: Laras Sinawang‘ merujuk pada sebuah ruang aktualisasi dari sebuah konsep keselarasan hidup atau harmoni. Kata sinawang diambil dari istilah dalam Jawa “sawang sinawang” yang mempunyai makna harafiah berarti saling memandang terhadap orang lain dan diri sendiri. Laras Sinawang dalam pameran ini menjadi bahan refleksi diri manusia terhadap harmonisasi perjalanan hidup yang diyakini.
Berangkat dari sana, pameran ini ingin bercermin pada dua hal, yakni semangat dalam tema besar perhelatan FKY 27 saat ini untuk “dandan” dan semangat untuk “membicarakan zaman”, di mana orang-orang kini hidup di tengah melimpahnya arus informasi (bahkan yang paling banal sekalipun), kekecewaan maupun harapan terhadap negara, sampai menyeruaknya ruang-ruang untuk mengekspresikan diri serta menawarkan rangkaian kerja “estetik” melalui media sosial. Di tengah semangat zaman seperti itu, masih bisakah kita saling sinawang atau merefleksikan orang-orang biasa di dalam kehidupan dan seni pada umumnya?
Orang-orang biasa di dalam perubahan sejarah menjadi penting untuk ditangkap semangatnya, pertama-tama karena “orang-orang biasa” bukanlah sebuah subject matter yang asing. Dalam dunia seni rupa, bapak seni modern Indonesia Sudjojono pernah menggaungkan betapa pentingnya bagi seorang seniman untuk kembali ke segala hal-ihwal tentang masyarakatnya sendiri. Sekali waktu, lewat sebuah esei berjudul “Menuju Corak Seni Lukis Persatuan Indonesia Baru”, Sudjojono pernah mengajak para seniman untuk merasai ‘kehidupan rakyat jelata kita dikampung-kampung, desa-desa dan juga gambaran-gambaran berwarna, anak-anak kita [yang] masih tulen rasa warna dan coraknya serta belum dirusak oleh pelajaran guru-guru menggambar yang berasa warna Barat’, sebab dari sanalah terletak adagium ‘kesenian yang merdeka, segar, dan hidup’.
Apa yang digaungkan Sudjojono mudah disalah-pahami sebagai ajakan untuk kembali kepada realisme, meski ‘Paperu: Laras Sinawang’ tidak bermaksud menekankan subject matter dan konsepnya semata pada gaya tersebut. Meski demikian, dengan konteks zaman serta perkembangan kebudayaan sekarang yang tentu saja sangat berbeda dengan zaman di mana Sudjojono hidup (zaman yang penuh pergulatan dan pencarian identitas nasional Indonesia), semangat untuk kembali ke ‘orang-orang biasa’, seperti digaungkan oleh sang peletak fondasi senirupa modern Indonesia itu, masih tetap bisa dipinjam untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Alasan berikutnya yang bakal menjawab kenapa orang-orang biasa menjadi penting untuk dibicarakan lebih berhubungan dengan konteks “dandan” yang menjadi tema besar FKY 27 2015. Sebagaimana bisa dilihat, Yogyakarta beberapa tahun belakangan mengalami perubahan yang luar biasa. Lanskap kota yang berubah seturut dengan pertumbuhan modal serta kapitalisme yang makin menggurita. Berkaca dari perubahan pesat Yogyakarta itu sendiri, tampak bahwa kota dengan status keistimewaan itu sedang berusaha untuk mendandani dirinya. Dalam situasi zaman sekarang yang penuh dengan banjir informasi serta beragam saluran untuk mengekspresikan pandangan serta kedirian masing-masing, semangat untuk kembali ke ‘orang-orang biasa’ bukanlah sesuatu yang asing. Salah satu contoh riil adalah menjamurnya semangat berkesenian yang mengajak publik untuk terlibat dan merespon berbagai macam isu lokal yang terkait dengan hidup sehari-hari mereka.  
Berangkat dari pemahaman yang disebut di atas, ‘Parperu x Paperu: Laras Sinawang‘ pada gilirannya dimaksudkan sebagai ruang saling sinawang terhadap sekitar, membangun harmoni pada kehidupan. Yang jauh lebih penting dari itu adalah menawarkan “peta rasa serta pengetahuan” tentang zamansekarang – pengetahuan yang nantinya dilihat dari kacamata seni yang menekankan subject matter-nya pada orang-orang biasa dalam aliran sejarah.

Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY27 akan berlangsung pada 25 - 31 Agustus 2015 di Sasana Hinggil, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. Sebanyak 10 seniman undangan dan 30 seniman seleksi open call bakal meramaikan pameran tersebut.

Jumat, 22 Agustus 2014

Proses penjurian karya aplikasi CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown08.13 0 komentar


Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2 - 9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Karya-karya seniman muda hasil seleksi dan karya seniman undangan akan dipamerkan dalam pameran ini. Penjaringan karya dilakukan dengan sistem open call dibuka sejak tanggal 22 juli sampai 19 agustus 2014 dengan cara aplikasi yang dikirim ke tim panitia yang mendapatkan respon yang sangat baik dari para perupa muda baik dari Yogyakarta maupun  luar kota Yogyakarta. Sampai hari terakhir penerimaan aplikasi karya, tercatat ratusan aplikasi yang diterima panitia, selanjutnya dibawa ke proses seleksi dan penjurian.

Proses seleksi dan penjurian diselenggarakan di Ruang Jurnal, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta pada tanggal 21 Agustus 2014, jam 13.00 - 19.00. Tim juri adalah Ruang Jurnal yang beranggotakan Sujud Dartanto (narasumber pameran CUT & RE-MIX FKY 26), AC. Andre Tanama, Rain Rosidi, Koskow Widyatmoko dan Nano Warsono serta direktur artistik pameran Farid Stevy Asta. Selain menyeleksi karya berdasarkan syarat dan ketentuan aplikasi yang sudah dipublikasikan sebelumnya, beberapa parameter penilaian digunakan oleh tim juri dalam menyeleksi karya-karya aplikasi, sehingga diharapkan karya-karya yang lolos seleksi adalah karya-karya yang relatif baru, memiliki inovasi teknik, kebaruan bentuk dan kesegaran gagasan, serta memiliki semangat cut & re-mix.

Pada akhir penjurian, tim juri bersama panitia pameran juga memutuskan untuk memilih lebih dari 40 karya dari yang direncanakan. Akhirnya sejumlah 48 aplikasi karya berhasil lolos seleksi dan akan dipamerkan bersama 10 karya seniman undangan. Pengumuman hasil seleksi ada di postingan berikutnya di blog ini. Kepada seluruh perupa muda yang telah berpartisipasi dalam open call pameran ini, tim panitia menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya. Selanjutnya, bagi para perupa muda yang karyanya lolos seleksi akan dihubungi oleh tim panitia dan diharapkan bisa mengikuti proses berikutnya sampai pada terselenggaranya pameran ini.

klik: Pengumuman perupa muda peserta pameran hasil seleksi dan perupa muda undangan peserta pameran CUT & RE-MIX FKY 26.

Rabu, 13 Agustus 2014

Open Application CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown12.51 0 komentar


Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2-9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Akan dipamerkan 40 karya perupa muda hasil seleksi dan 10 karya perupa undangan. 

Cut (potong), Re-Mix (pencampuran kembali) merupakan tema pameran yang berangkat dari gejala budaya penciptaan sistem dan struktur tanda sekarang. Ini terutama  terlihat pada fenomena praktik kreativitas berbahasa, praktik merangkai benda-benda, imej, bunyi, dan berbagai fenomena tanda sosial dan kultural lainnya. Bahkan pada praktik penemuan ide atau gagasan pun tak lepas dari fenomena 'cut and re-mix' ini. Hasil kebudayaan bukan sekadar hasil dari tindakan 'cut' dan 'mix' semata, namun juga menyertakan pemaknaan aktif manusia, dalam praktik penggambungan kembali (re-mixed) berbagai tanda menjadi aransemen atau komposisi baru.

“Cut n Re-Mix” represents the theme of the exhibition that starts up from the symptoms encountered in the on-going cultural creation system and structural signs. This can be seen especially in the creative language practices phenomena, as well as in the practices of arranging objects, images, sounds and other various social and cultural marks. Even in practice, the creation idea or concept cannot be separated from this “cut and re-mix” phenomenon. This cultural production cannot be simplified solely as being the ‘cut’ and ‘mix’ action results, but it is also a process that defines and integrates people as active human beings in the context of re-mixing various signs practices that can eventually lead to new arrangements and combinations.


Kebudayaan bukanlah sebuah praktik yang statis dan stabil, namun Ia selalu dalam proses dinamis dan mengalami berbagai transformasi baru. Dengan demikian, budaya modern, di Nusantara, dengan segala pengaruh perkembangan media dan perubahan teknologi juga merupakan transformasi dari berbagai tradisi. Dari abstraksi ini, muncul pertanyaan, apa yang bisa di - 'cut & re-mix' dari berbagai fenomena transformasi budaya? Inilah hal yang kami sodorkan pada peserta untuk dieksplorasi, sesuai dengan latar belakang dan kecenderungan bidang dan teknik yang saat ini dikerjakan.

Culture does not incorporate practices that are static or stable, but it is rather a continuous dynamic process that is always experiencing new kinds of transformations. Therefore, the modern culture, in the archipelago, with all the influences from the rising media and changes in technology represents a kind of transformation of the various traditions as well. From this point comes the question – what can be ‘cut and mixed’ from the range of phenomena that has transformed the culture? This is the challenge that we put forward to the participants in order to be explored in accordance with the background, the field and the technical trends that are currently carried out.

Dengan tajuk umum ‘do-dolan’, pameran seni rupa FKY 'cut and re-mix' ini juga mengharapkan peserta bisa 'dolan' (Bahasa Indonesia: jalan-jalan) ke sejumlah referensi, ke berbagai pustaka, narasumber hingga berbagai jenis pengalaman nyata. Peserta bisa memuncukan topik apa saja yang dianggap relevan, penting, menarik untuk dikemukakan. Tidak ada batasan tema dalam pameran ini. 'cut and re-mix' ini lebih merupakan strategi pengungkapan atau ekspresi yang memungkinkan peserta untuk memotong;mengiris suatu fenomena yang dianggap menarik, dan menghadirkannya kembali dengan aransemen dan komposisi baru.

With the slogan “Do-dolan” of the FKY art exhibition, the “Cut n Remix” theme wishes as well that the participants will ‘dolan’ (Indonesian Language: take a walk) to a number of references, from multiple libraries, as a resource to a wide variety of real experiences. Participants can show any topic that is relevant, important and interesting to put forth. There are no restrictions in this exhibition theme. ‘Cut and Remix’ is seen more as a disclosure or expression strategy that allows the participants to cut; slicing the phenomenon considered to be attractive, and present it with new compositions and arrangements.

Peserta diharapkan tidak terjebak pada pesan yang banal, namun lebih berani mengungkapkan kekhasan sudut pandang, yang berbeda dengan pesan arus besar (mainstream). Tujuan pameran ini adalah memperlihatkan berbagai persektif baru dalam memandang kebudayaan sebagai sebuah praktik penandaan. Pameran seni rupa FKY 2014 kali ini berada ditengah masa peralihan pasca pemilu. ''cut and re-mix' dapat diartikan sebagai sikap dan isyarat filosofis para perupa muda (paperu) untuk mengaransemen dan membangun komposisi makna baru, atas kehidupannya,  dengan bahasa ironi, hingga bahasa parodi.

Participants are expected to not get stuck in the usual banalities, and rather to have more courage to reveal the idiosyncrasies of the different points of view which are in opposition with the mainstream current. The purpose of this exhibition is to show a wide range of new perspectives on looking at culture - as being a significant practice. The 2014 FKY art exhibition stands in the middle of the post-election transition. ‘Cut and Remix’ can be defined as an attitude and philosophical gesture among young artists (paperu) that can arrange and construct different forms of composition, using ironic language and parody.

Persaratan Seleksi:
1. Perupa muda berusia 18 - 35 tahun

2. Karya merupakan karya seni 2D (dua dimensi) ukuran maksimal 2mx 2m, karya 3D (tiga dimensi) atau karya instalasi dengan ukuran maksimal 2m x 3m x 2m. Media bebas.

3. Karya yang diajukan bisa dari hasil karya individu, kolaborasi atau project

4. Karya bisa berupa karya lama dengan ketentuan merupakan hasil karya 1 tahun terakhir (2013 - 2014) dan sesuai dengan tema pameran. Diprioritaskan karya baru yang merespon tema.

5. Peserta mengirimkan hasil karya untuk proses seleksi berupa:
 - Foto Karya
  (dalam bentuk file JPEG atau TIFF, ukuran file minimal 1 MB, resolusi minimal 300 dpi)
 - Detail karya dan konsep singkat karya
  (dalam bentuk editable file dengan format MSwords atau RTF, maksimal 100 kata. Detail karya meliputi: judul, media, ukuran, tahun pembuatan)
 - Biodata/ CV perupa
  (dalam bentuk editable file dengan format MSwords atau RTF. Biodata meliputi: nama lengkap, alamat email, alamat tinggal/ studio, nomor telepon dan CV 2 tahun terakhir)
 - Pengiriman Aplikasi
File di gabung dalam 1 folder zip, diberi nama sesuai dengan nama perupa, kirim ke alamat email: cutremix.fky26@gmail.com,  sebelum tanggal 19 Agustus 2014

6. Proses dan hasil seleksi adalah kewenangan penuh tim kepanitiaan pameran yang terdiri dari narasumber dan direktur artistik. Keputusan tidak dapat diganggu gugat.

7. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 22 Agustus 2014 melalui blog ini dan website www.infofky.com dan akun resmi media sosial FKY.

8. Peserta yang lolos seleksi diminta untuk mengumpulkan karya yang akan dipamerkan. Karya dikumpulkan langsung di Jogja Gallery pada tanggal 28 - 29 Agustus 2014.

 Jika ada permintaan perlakukan khusus untuk display karya, silahkan dikoordinasikan langsung dengan koordinator/ contact person pameran pada saat pengumpulan karya

9. Display karya di ruang pameran akan dilaksanakan oleh tim display dari kepanitiaan FKY pada tanggal 30 - 31 Agustus 2014, dan membuka kemungkinan bagi para peserta pameran untuk turut serta dalam proses display karya.

10. Pameran akan diselenggarakan di Jogja Gallery pada tanggal 2-9 September 2014. Pembukaan tanggal 2 September 2014.

Contact Person

Alex tmt 081317829066
Hanif Zuhana 081578522303
Arif 085729036110

Anom Sugiswoto at CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown12.49 0 komentar



Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2 - 9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Selain akan memamerkan 40 karya seniman muda hasil seleksi, juga akan menampilkan 10 karya seniman undangan. Berikut profil salah satu seniman undangan. 

Anom lahir pada tahun 1985. Ia kuliah di Jurusan Komunikasi UPN Yogyakarta pada tahun 2003. Perkenalannya dengan fotografi melalui majalah skateboard dan mulai belajar teknik fotografi yang Ia dapatkan pada mata kuliah Fotografi Dasar selama satu semester di UPN dan dua semester di Modern School Of Design. Meski Ia mulai memotret saat aktif di komunitas skateboard di Indonesia. Melalui komunitas ini pula Ia mengenal dunia musik hardcore, dimana Ia kemudian lebih aktif memotret tiap pertunjukan yang diadakan oleh komunitas-komunitas musik indie di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Setahun lalu Anom memamerkan karya-karya fotografinya di Kedai Kebun Forum (KKF) Yogyakarta. YOU NEED MORE FANS WE NEED MORE STAGES. Berikut adalah catatan Wok The Rock (kurator) tentang pameran ini, yang dipublikasikan di www.kedaikebun.com.

YOU NEED MORE FANS, WE NEED MORE STAGES - 
A Photo Exhibition by Anom Sugiswoto - Curated by Wok The Rock and Mixtape by Uma Guma

The practice of photographing musical performances, especially in the hardcore punk music community, and other types of indie music in Indonesia had undue influence straight out of a magazine or a zine from the West. In the tradition of the zine, there is a special section, the ‘ report ‘ gig or musical event reportage. Reports or reports that text accompanied by photo documentation of which there is sometimes no less. Usually arranged at random and overlapping the collage-style. This is an inspiring musical event to photograph. In addition to publication of the zine is also just for safekeeping or watched the busy places to hang out.

The number of people taking more and more in line with the emergence of digital pocket camera with reasonable price and features a camera in a mobile phone. In addition, photography has become part of the lifestyle of creative young people. Some people learn better in photography, both self-taught, courses to the College on the bench.

With the internet, the rite gets new space to publish works on Myspace, Facebook, Flickr and the most popular is Blogspot. Space and digital format makes the photographer no longer prints of his work. Photos accessible through screen cameras, cell phones and computers.

Anom represents this generation. Anom was born in 1985. He lectures in the Department of Communication of UPN’s Palace in 2003. Her relationship with photography through the skateboard magazine and began studying the techniques of photography that He get on a Basic Photography course for one semester at UPN and two semesters at the Modern School Of Design. Even though he started photographing when active in skateboarding in Indonesia. Through this community, he knows the world of hardcore music, which he then photographed each more active performances staged by indie music communities in Yogyakarta and other cities. For 9 years, she has thousands of photos weighs more than 150 gigabytes. Of these, it only prints the photo in a photo lab as much as 12 sheets and 15 sheets with desktop printer. In his blog, he uploaded his work more than 1000 photographs.

At the exhibition, his works are displayed in the slideshow that Anom is projected on a screen. This presentation will also play tunes from bands he ever be based on legitimate. This exhibition confirms we are on how to watch the popular photographic work going on at this moment and gives a atmosphere of musical representation.

July, 2013
 - Wok The Rock Against The World
_______

Open Application CUT & RE-MIX. mengundang teman-teman perupa muda untuk ambil bagian dalam pameran ini, sebebas-bebasnya, semederdeka-merdekanya melalui jalur open application sampai tanggal 19 Agustus 2014. Pameran CUT & RE-MIX akan diselenggarakan di Jogja Gallery tanggal 2-9 September 2014. Klik disini untuk melihat syarat dan ketentuannya. 

Jumat, 25 Juli 2014

No Rules Corp at CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown04.32 0 komentar



Tim panitia pemeran seni rupa FKY 26 - CUT & RE-MIX sedang melakukan persiapan-persiapan dan merespon aplikasi-aplikasi karya yang sudah masuk ke email ketika kami kedatangan Eva dan Sir, dua orang tamu asal Perancis. Mereka adalah dua dari enam orang street artist yang bekerja secara kolektif dengan nama No Rules Corp. Saat bertemu dengan timi panitia di sekretariat FKY 26 mereka menuturkan bahwa kebetulan mereka sedang singgah di Jogja dan melihat publikasi CUT & RE-MIX, lalu menuturkan ketertarikan mereka untuk ambil bagian dalam acara ini. No Rules Corp kemudian ambil bagian dalam pameran ini dengan melamarkan salah satu karya mereka melalui jalur open application. CUT & RE-MIX akan memamerkan 40 karya seniman muda hasil seleksi, open application-nya sendiri sudah dibuka sejak tanggal 23 juli sampai 19 Agustus 2014 (detailnya bisa dilihat di postingan utama/ paling atas di blog ini).



No Rules Corp masih ada di Jogja sampai beberapa hari kedepan, sebelum melenjutkan perjalanan ke Bali. sore ini tanggal 25 juli 2014, mulai membuat karya di No More Gallery di perempatan Jl. Wijilan. Tentang No Rules Corp, teman-teman bisa cari tau di link ini:web - facebook - tumblr - flickr. berikut dibawah ini adalah karya-karya street art lain yang sudah dibuat mereka di Jogja selama meraka disini beberapa hari ini.



Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa FKY adalah sebuah festival keseneian milik rakyat Yogyakarta yang diadakan setiap tahun, tahun ini di penyelenggaraannya yang ke-26 panitia berupaya untuk lebih memaksimalkan penyeleggaraannya dan lebih melibatkan generasi muda dengan semangat-semangat baru dan ide-ide yang segar dan mampu meretas batas-batas kreatifitas. CUT & RE-MIX mengundang teman-teman perupa muda untuk ambil bagian dalam pameran ini, sebebas-bebasnya, semederdeka-merdekanya melalui jalur open application sampai tanggal 19 Agustus 2014. Pameran CUT & RE-MIX akan diselenggarakan di Jogja Gallery tanggal 2-9 September 2014.

Kami tunggu.. :)