Tampilkan postingan dengan label PAPERU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAPERU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2016

Pengumuman Seniman Pameran Perupa Muda FKY28
Unknown15.27 0 komentar

Suasana selepas seleksi karya Pameran Perupa Muda FKY28 (foto: Abi Setiaji)
Dalam kaitannya dengan tema besar FKY 28 (Festival Kesenian Yogyakarta 28), yakni ‘Masa Depan, Hari ini Dulu’, Pameran Perupa Muda (Paperu) ingin menempatkan diri dalam keyakinan bahwa ketika berbicara masa depan dalam bingkai kekinian (masa sekarang dengan segala fenomena dan realitasnya), orang pertama-tama perlu menengok kepada sumber-sumber subjektif yang berasal dari dalam diri, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, seringkali irasional dan mbeling terhadap logika, namun menjadi serpihan kecil yang turut membangun makna orang hidup di zaman sekarang. Bila masa depan mau dibayangkan, masa kini perlu dimaknai terlebih dahulu. Bukan karena orang harus tergila-gila dengan makna dan tergesa-gesa membuat hidupnya menjadi lebih bermakna, melainkan karena dari masa kinilah orang bisa membayangkan akan seperti apa masa depan nantinya.

Dengan mendasarkan diri pada abstraksi yang telah disebutkan di atas, kami tim Paperu beserta tim seleksi yang terdiri dari Prof. Dwi Marianto Phd, dan Rain Rosidi (narasumber FKY 28), Hendra Himawan (kurator Paperu), telah melaksanakan proses seleksi pada hari Sabtu 6 Agustus 2016 di Padepokan Wayang Ukur, Taman Siswa. Proses yang telah dilakukan memilih karya-karya seniman dengan mengacu kepada sejumlah kriteria, seperti kesesuaian konsep dengan tema Paperu kali ini, gagasan, artistik, dan cara penyajian. Selain melakukan proses seleksi karya, kami juga mengundang beberapa nama untuk turut ambil bagian dalam Paperu sebagai seniman undangan.

Maka di bawah ini kami menyajikan daftar lengkap seniman yang turut memeriahkan Paperu FKY 28.


No


Nama Seniman
1
AC Andre Tanama
2
Adek Dimas Ajisaka
3
Afdhal
4
Agung Tattoo Suryanto
5
Agustina Triwahyuningsih
6
Alexandra Ivantono
7
Angga Yuniar Santosa
8
Anggar Prasetyo
9
Arief Budiman
10
Aries BM
11
Asep Prasetyo
12
Benny Wicaksono
13
Bron Zaelani
14
Chatibah Silmi
15
Dedi Sufriadi
16
Deni Rahman
17
Diana Ibrahim
18
Dias Prabu
19
Didik 797
20
Dyah Retno Fitriani
21
Dyan Condro
22
Eva Bubla
23
Hardy Ramadhani
24
Hendra Blangkon Priyadhani
25
Hendra 'Hehe' Harsono
26
I Putu Adi Suanjaya
27
Iabadiou Piko
28
IBK Sindu Putra
29
Ican Harem
30
Iqi Qoror
31
Ismanto Wahyudi
32
Jhoni Saputra
33
Karyadi x Jathilan Komunitas
34
Laksmi Sitharesmi
35
Lintang Raditya
36
M. Fadhil Abdi
37
M.A Roziq
38
Mahaputra Vito Wikandhitya
39
Maqbul Khoir
40
Marten Bayuaji
41
Muhammad Lugas Sillabus
42
Muhammad Taufik (Emte)
43
M. Taufiq Hidayatulloh A.K.A  Ate Rema Ulung
44
Oky Rey Montha
45
Om Leo
46
Rangga Anugrah Putra
47
Rangga Jalu Pamungkas
48
RI Aspagura
49
Rocka Radipa
50
Ronald Apriyan
51
Rudi Hendriatno
52
Saharuddin Supar
53
Sebastian Advent
54
Seruni Bodjawat
55
Siam Candra Aritista
56
Sony Prasetyotomo
57
Syams Riadio
58
Tejo Purnomo
59
Wildan Indra Sugara
60
Ira Agrivene
61
Yahya Dwi Kurniawan


Senin, 11 Juli 2016

Paperu FKY28 Memanggil Seniman Muda
Unknown08.52 3 komentar



Pameran Perupa Muda (Paperu) kali ini sudah memasuki tahun ketiga. "(Ng)impi(An)" menjadi tajuk utama pada pameran tersebut, dan ingin mengajak para seniman muda yang ambisius dan progresif untuk ikut serta dalam Paperu yang bakal diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, 29 Agustus - 5 September 2016.

Tema yang diusung kali ini berkaitan dengan surrealisme:

Paperu (Pameran Perupa Muda) kali ini ingin berangkat dari konsep surrealisme yang idenya berasal dari alam bawah sadar; yang bentuknya tidak bisa diraba dan dilihat, namun masih masuk akal untuk diproyeksikan.

Dalam kaitannya dengan tema besar FKY 28 (Festival Kesenian Yogyakarta 28), yakni ‘Masa Depan, Hari ini Dulu’, Paperu ingin menempatkan diri dalam keyakinan bahwa ketika berbicara masa depan dalam bingkai kekinian (masa sekarang dengan segala fenomena dan realitasnya), orang pertama-tama perlu menengok kepada sumber-sumber subjektif yang berasal dari dalam diri, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, seringkali irasional dan mbeling terhadap logika, namun menjadi serpihan kecil yang turut membangun makna orang hidup di zaman sekarang.

Bila masa depan mau dibayangkan, masa kini perlu dimaknai terlebih dahulu. Bukan karena orang harus tergila-gila dengan makna dan tergesa-gesa membuat hidupnya menjadi lebih bermakna, melainkan karena dari masa kinilah orang bisa membayangkan akan seperti apa masa depan nantinya.

Kata Kunci: surrealisme, realisme magis, dystopia, utopia, masa kini, realitas, bawah sadar (unconscious).



Persyaratan seleksi:
  1. Perupa muda berusia 18-30 tahun
  2. Karya yang dikirim bisa dalam dua wujud :
  3. 2 (dua) dimensi dengan ukuran maksimum 2m x 1,5m
  4. Instalasi 3 (tiga) dimensi dengan ukuran maksimum 2m x 3m x 2m
  5. Karya tiga dimensi (3D/patung/instalasi) wajib disertai dengan base/dudukan karya dan rancangan display.
  6. Diutamakan mengajukan karya terbaru
  7. Namun calon peserta diperbolehkan mengirim karya lama, dengan syarat karya harus diciptakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2013-2016) dan sesuai dengan tema serta konsep pameran (tema pameran dapat dilihat di www.infofky.com dan di paperufky.blogspot.com).
  8. Karya yang diajukan bisa dikerjakan secara individual maupun secara berkelompok (kolektif)
  9. Peserta mengirimkan berbagai macam dokumen teknis sebagai berikut:
    • Bila mengirimkan karya lama/baru, diharapkan mengirim foto karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
    • Detil karya dan penjabaran konsep karya dalam format MS Word, maksimum 100 kata, yang bisa disunting ulang oleh tim panitia.
    • Detil karya meliputi judul, media, ukuran, tahun pembuatan. Biodata maupun CV perupa yang memuat data-data tentang nama, alamat surat, nomor telpon, alamat e-mail, serta riwayat kepesertaan pada pameran seni rupa.
Semua dokumen digabung dalam sebuah folder terkompres (format .ZIP atau .RAR) yang diberi nama sesuai nama calon peserta, dan dikirimkan ke alamat email paperufky@gmail.com sebelum 4 Agustus 2016. Tenggat waktu pengiriman dokumen tgl 4 Agustus 2016 pukul 24:00 WIB.

Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Agustus 2016 di situs resmi FKY: www.infofky.com dan di paperufky.blogspot.com

CP: Trien ‘iien’ Afriza
08153961362
081389579228

Kamis, 27 Agustus 2015

Diskusi Seni FKY 27
Unknown11.15 0 komentar

Paperu: Laras Sinawang
Diskusi seni yang menjadi bagian dari Pameran Perupa Muda ‘Paperu: Laras Sinawang’ menitikberatkan pada hubungan ulang-alik antara tema diskusi dengan konsep pamerannya sendiri. Dengan kata lain, diskusi seni FKY 27 nantinya akan berusaha menselaraskan diri dengan tema orang-orang biasa dalam aliran sejarah yang membangun harmoni pada kehidupan.

Mulai dari 28 - 29 Agustus 2015, diskusi seni FKY 27 akan berlangsung di Den Nany Resto, Jalan Tamansiswa 150 F, Yogyakarta dan bakal menghadirkan tujuh pembicara dengan topik bahasan yang berbeda. Masing-masing sesi diskusi nantinya akan memiliki payung pembahasan tersendiri. 

28 Agustus 2015 (13:30 - 16:30)



Diskusi seni hari pertama akan mengangkat judul “Orang Biasa dan Budaya (Populer) di Zaman Sekarang”. Kami mempersilakan pembicara untuk menghantarkan pandangan mengenai bagaimana orang-orang biasa (people) dilihat melalui corpus keilmuan tertentu. Oleh karena itu pembicara dipersilakan untuk mengemukakan topik apapun yang dianggap relevan. 

Meski terkesan tidak ada batasan tema yang boleh diungkapkan di forum, namun kami tetap membatasi rel diskusi di seputar topik tentang bagaimana orang-orang biasa menghidupi hasrat dan nilai dirinya di zaman di mana apa saja seakan-akan diperbolehkan untuk tampil ke permukaan.

Di titik tersebut, kiranya kehidupan selalu menampakkan fenomena di mana kita bisa melihat banyak cara yang dipilih “orang-orang biasa” guna memaknai kediriannya – untuk kemudian menetapkan posisinya sebagai subjek – di dalam arus sejarah, baik melalui musik yang didengarkan, pakaian yang dikenakan, profesi yang dijalani, cara pandang, maupun kondisi material budaya (baik yang kontemporer/populer maupun tradisional) yang dihasilkan di sekitarnya. Karenanya forum diskusi tersebut nantinya mempersilakan pembicara untuk menggunakan sejumlah referensi, pengalaman/amatan pribadi, termasuk penelitian yang pernah dilakukan maupun esei yang dipersiapkan untuk forum diskusi seni FKY. Tepat di seputar argumen inilah kami berharap pembicara bisa mengangkat topik yang relevan dengan kecenderungan minat dan bidang keilmuan yang sedang digeluti.    

Harapannya forum diskusi seni dan budaya ‘Laras Sinawang’ nantinya bisa memperluas cakrawala perspektif pada bidang-bidang topik yang belum terlalu populer di “pasar wacana” lokal. Dengan demikian, forum diskusi 28 Agustus nanti pada dasarnya diharapkan bisa berperan sebagai batu asah yang mempertajam khasanah intelektual kita dalam memandang berbagai macam fenomena yang dekat dengan keseharian hidup dan sejumlah hal yang mungkin kita konsumsi sehari-hari.

Inilah para pemateri sekaligus materi diskusi yang bakal disodorkan di hari pertama:
  • Felencia Hutabarat (13:35 - 14:05) - "Penonton dan Pasar Musik Metal Zaman Ini"
  • Karina Rima Melati (14:25 - 14:55) - "Buruh Batik: Cermin Dehumanisasi (atas nama) Budaya Indonesia"
  • Aji Prasetyo (15:20 - 15:50) - "Narasi Sekuensial dan Perang dari Sudut Pandang Orang Kecil" 

29 Agustus 2015 (13:30 - 16:30)



Diskusi hari kedua akan berjudul “Seni di Ruang Publik: Harmoni atau Kekacauan?” dan akan mengajak para pemateri untuk terlibat dalam pembicaraan mengenai ruang publik dan hubungannya dengan karya seni. Sebagaimana bisa kita lihat, beberapa seniman Yogyakarta saat ini seakan-akan sedang dibanjiri gairah untuk menampilkan karya seni (patung, misalnya) di titik tertentu di wilayah yang disebut ruang publik.

Bentuk-bentuk seni yang tadinya hanya mampir di dalam galeri (kalaupun berada di luar hanya sampai sebatas ruang di sekitar galeri) kini berada di ruang-ruang di mana orang-orang biasa bisa melihatnya dengan jelas. Contoh paling gamblang yang bisa dilihat adalah beberapa karya – yang didapuk sebagai karya ruang publik kini – yang seolah-olah saling berebut pandang, di berbagai sudut di jalan Malioboro. Dengan fenomena banjir karya ruang publik, soalnya sekarang berpusat pada beberapa pertanyaan: apakah karya-karya seni di ruang publik – yang sudah ada sekarang – memberi nilai tambah keindahan pada ruang di mana karya ditempatkan? Apa makna ruang publik bagi seni, apakah patut bila ia sekadar diperlakukan sebagai pengganti galeri? Bagaimana posisi ruang publik di ranah budaya sehari-hari, mengingat ia menjadi wilayah kontestasi di mana ada banyak aktor, termasuk orang-orang biasa, yang bisa saling berebut wacana dan pengaruh di dalamnya?

Pada wilayah-wilayah seputar pertanyaan itulah diskusi ‘Laras Sinawang’ hari kedua mau ditempatkan. Lebih jauh lagi, diskusi ‘Laras Sinawang’ hari kedua akan menghadirkan beberapa pembicara yang terdiri dari kalangan budayawan, kurator, akademisi, dan seniman yang punya pandangan berbeda mengenai bagaimana seharusnya seni dihadirkan di ruang publik.     

Inilah para pemateri sekaligus materi diskusi yang bakal disodorkan di hari pertama:
  • Greg Wuryanto (13:35 - 14:05) - "Ruang Publik Kota sebagai Heterotopia" 
  • Timbul Raharjo (14:05 - 14:35) 
  • Kuss Indarto (15:00 - 15:30)
  • Iman Budhi Santosa (15:30 - 16:00) - 'Seni Di Ruang Publik: Kasus Malioboro"
Kami mempersilakan Anda yang berminat dengan tema-tema diskusi di atas untuk mengunduh abstraksi materi melalui tautan berikut ini. 

Kamis, 20 Agustus 2015

Pengumuman Perupa Lolos Seleksi PAPERU FKY27
Unknown16.34 2 komentar

Foto oleh: Sukri Grafis


18 Agustus silam, tim PAPERU (Pameran Perupa Muda) FKY27 bersama dengan empat anggota tim seleksi, yakni Eross Chandra, Greg Wuryanto, Stefan Buana dan Gintani Swastika mengadakan pertemuan mulai dari 12:00 siang sampai 03:00 dini hari guna menyeleksi 175 karya yang masuk sepanjang periode open call PAPERU yang ditutup 15 Agustus 2015.

Proses penjurian yang panjang dan cukup melelahkan berpijak pada latar pemikiran yang memungkinkan PAPERU tahun ini mengada. Subject matter yang kami tekankan untuk pameran tahun ini adalah "orang-orang biasa dalam aliran sejarah". Dari sana kami kemudian beranjak ke konsep sawang sinawang yang memiliki makna harafiah: saling memandang terhadap orang lain dan diri sendiri. Dengan konsep demikian, Paperu tahun ini diharapkan menjadi bahan refleksi diri manusia terhadap harmonisasi perjalanan hidup yang diyakini.

Kembali ke hal-hal yang sifatnya umum. Festival Kesenian Yogyakarta 27 tahun ini hadir dengan tajuk 'Dandan'. Ini menjadi pijakan kedua bagi kami untuk mengkonsep PAPERU, yang kemudian memunculkan tajuk 'Paperu: Laras Sinawang' sebagai penanda utama. Dari sana kami mengharapkan peserta pameran turut aktif dalam upaya untuk mendandani (paling tidak lewat bahasa seni rupa) tiga hal, yakni self (kedirian), konteks zaman sekarang, dan sudut pandang yang khas. Turah dari ketiga hal tersebut bisa dituangkan melalui berbagai macam kecenderungan teknik dan bidang yang saat ini dikerjakan dan diminati oleh peserta pameran.

Pijakan penilaian telah ditemukan dan proses seleksi dimulai.

Diskusi yang muncul ketika proses seleksi menekankan penilaian pada ide dasar karya. Dari sana para juri dan tim PAPERU sepakat bahwa ide yang berakar pada pemikiran individual adalah pijakan utama penilaian.Setelah soal ide kemudian ada pertimbangan tentang bagaimana seniman muda memaknai medium kemudian menyajikan visual yang unik dan menarik, serta memiliki makna yang selaras dengan tema PAPERU tahun ini. Karena itulah karya-karya terpilih tidak sebatas pada bentuk seni konvensional, melainkan juga bentuk-bentuk lain yang kami rasa unik dan memiliki ide yang segar. Kami tidak membatasi penilaian pada bentuk, melainkan pada ide individual lah kami berpijak.

Foto oleh: Sukri Grafis


Setelah menghabiskan bergelas-gelas kopi, jus, teh, dan pondoh ...... inilah 30 seniman yang lolos seleksi open call PAPERU FKY 27:

1. Tejo Purnomo
2. Danni Febriana
3. Marten Bayuaji
4. Harun AK
5. Riboet AB
6. Muhamad Wildan Indra Sugara
7. I Ketut Mahendra
8. Asmara Ilham
9. Ahmad Kurnia (Ahmad Imung)
10. Bagus Adi Chandra
11. LowpolyPaper
12. Eirene Ganap
13. Muhammad Sabiq
14. Chimoo (finding.apple project)
15. Khusnul Qotimah H.
16. Arwin Hidayat
17. Arya Y. Pamungkas
18. Arzena Ersidyandhi
19. Anis Kurniasih
20. Cahna
21. Taufik Noor Aditama
22. Adek Dimas Ajisaka
23. Muhammad Hasan
24. Ajar Ardianto
25. Saiful Bachri
26. Adha Widayansah
27. Rangga Anugrah Putra
28. Feros Alvansyah
29. Sukri Ghazali
30. Dedy Shofianto




                     

Selasa, 11 Agustus 2015

Felencia Hutabarat: Budaya dan Ekonomi Kreatif
Unknown11.48 0 komentar


Lahir di Jakarta, Felencia Hutabarat (Ellen) adalah Program Officer untuk Seni dan Budaya di kantor HIVOS Asia Tenggara, di mana dia terlibat dalam sejumlah kegiatan kultural yang berhubungan dengan pertukaran pengetahuan dan ekonomi kreatif. Dia menempati posisi tersebut sampai 2011, untuk kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Erasmus, Rotterdam, guna belajar Economics and Cultural Enterpreneurship pada tahun 2012. Dia sekarang bekerja sebagai konsultan ekonomi kreatif di British Council. 

Ellen terlibat dalam konferensi akademis internasional di Helsinki, Finlandia yang diselenggarakan oleh The International Institute for Popular Culture (IIPC) pada 8 – 12 Juni 2015. Dengan tajuk konferensi ‘Modern Heavy Metal: Markets, Practices and Cultures’. Ditulis bersama Iman Rahman Anggawiria Kusumah, Ellen menyodorkan sebuah publikasi berjudul Market Development Using Community Shared Values: The Story of Burgerkill.

Dia akan menjadi salah satu pembicara di diskusi seni Festival Kesenian Yogyakarta 27 yang akan diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 28-29 Agustus 2015. Ellen akan terlibat pada diskusi hari pertama, Jumat, 28 Agustus 2015. Nantikan informasi lebih lanjut tentang diskusi tersebut. 

Sementara itu, bagi para pendekar seni muda, masih terbuka kesempatan untuk mengirim submisi karya untuk Paperu sampai tanggal 15 Agustus 2015. Ketentuan lebih lanjut bisa dibaca di tautan ini.  

Senin, 10 Agustus 2015

Special Mention: Erros Chandra (Tim Seleksi Paperu)
Unknown10.13 0 komentar



Eross Chandra adalah salah satu tim seleksi karya dalam Paperu: Laras Sinawang. Ia merupakan pencipta lagu paling produktif di Sheila on 7. Kemampuannya menulis lirik dalam lagu ciptaanya berhasil menyatukan antara pikiran dan perasaannya, seperti rasa rindu, rasa benci dan keindahan lainnya. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dalam album S07 sebagai sebuah karya seni.

Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Kirim karya anda sebelum tanggal 15 agustus.Periksa segera halaman ketentuan open call. 

Special Mention: Gintani Swastika (Tim Seleksi Paperu)
Unknown10.09 0 komentar



Gintani Swastika adalah salah satu tim seleksi karya dalam Paperu: Laras Sinawang. Ia lebih dikenal sebagai seorang seniman sekaligus kurator perempuan yang getol melakukan penelitian seni berbasis riset. Beberapa riset tentang budaya pop telah mengantarkannya untuk menjadi salah satu pendiri ‘AceHouse Collective; sebuah ruang seni yang beraroma cutting edge.

Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Kirim karya anda sebelum tanggal 15 agustus. Periksa segera halaman ketentuan open call. 

Jumat, 07 Agustus 2015

Painsugar: Tiupan Daya Hidup seorang Ilustrator
Unknown10.48 0 komentar



Painsugar lebih dikenal sebagai salah satu inisiator Pena Hitam Arts, sebuah entitas cair berbasis di Malang yang mengajak siapa saja untuk berkarya, berbagi, berteman dan bersenang-senang. Kendati citra tersebut tertancap sangat kuat, Painsugar memulai jalannya sebagai pendekar seni di bidang ilustrasi dan desain grafis. Kedua bidang itu membuatnya sangat dekat dengan dunia anak muda, musik, ilustrasi, merch, art print, serta kolase dan Xerox yang ditekuninya sejak tahun 2008.

Beberapa karya ilustrasi Painsugar mengesankan rasa kesepian yang kuat kendati dia kerap menekankan subject matter­-nya pada simbol-simbol keras (tengkorak, ular, tanduk iblis, malaikat pencabut nyawa, dan sebagainya). Terkadang dia menyelipkan konsep demonology ke dalam karyanya. Hasilnya segera terlihat. Painsugar menuangkan simbol-simbol keras yang dikombinasikan dengan figur-figur lain yang diambil dari mana saja. Terkadang dia menyelipkan pesan protes tentang betapa sebalnya dia terhadap negara yang mengabaikan kultur orang-orang biasa.


Painsugar adalah model kerja tentang bagaimana seorang illustrator meniupkan daya hidupnya dengan tidak mengabaikan potensi dan bakat yang bertebaran di sekitarnya. Entitas kolektif bernama Pena Hitam dan karya-karya pribadinya mencerminkan hal tersebut. 

Open Call Paperu tahun ini masih dibuka sampai 15 Agustus 2015. Belum mengirim submisi? Silakan menautkan diri Anda pada informasi mengenai Syarat dan Ketentuan Open Call Paperu.  

Kamis, 06 Agustus 2015

Ki Mudjar Sangkerta: Seni Silaturahmi
Unknown09.34 0 komentar


"Seni saya adalah seni silaturahmi. Ia bukan sebagai saluran untuk menyalurkan ego seniman, tetapi sebagai jembatan untuk melihat bentuk seni lainnya. Karena itu saya mencoba menggabungkan bentuk seni rupa dengan aktivitas tontonan, menjadikannya lebih cair dan mengajak banyak orang terlibat. Saya mendirikan ISI (Institut Sangkerta Indonesia) untuk mewadahi pandangan seni silahturahmi itu." (Ki Mudjar Sangkerta)
Ini adalah tahun kedua di mana Paperu (Pameran Perupa Muda) muncul kembali di hajatan Festival Kesenian Yogyakarta. Tahun ini kami mengemukakan tajuk berjudul Laras Sinawang, yang intinya sederhana: kami ingin mengajak para seniman untuk membangun harmoni antara kediriannya dan kehidupan di sekitarnya. Ki Mudjar Sangkerta menjadi bagian dari Laras Sinawang, sebagai salah satu seniman undangan yang kami pilih tahun ini.

Open call Paperu tahun ini masih dibuka sampai 7 hari ke depan, sampai tanggal 15 Agustus 2015. Belum mengirim submisi? Silakan menautkan diri Anda pada informasi mengenai Syarat dan Ketentuan Open Call Paperu.    

Senin, 27 Juli 2015

Open Call Untuk Seniman Muda
Unknown13.33 0 komentar



Festival Kesenian Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 yang akan diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2015, di Sasana Hinggil, Alun-alun Kidul, Yogyakarta.

Syarat umum pendaftaran adalah: berusia 18 - 35 tahun dan memiliki hasrat yang besar untuk mengeksplorasi konsep dan tema pameran, berdasarkan minat dan kecenderungan bidang visual yang tengah dikerjakan. Pendaftaran open call ditutup pada 15 Agustus 2015.


Persyaratan Seleksi
1. Perupa muda berusia 18-35 tahun.
2. Karya yang dikirim bisa dalam dua wujud :
• 2 (dua) dimensi dengan ukuran maksimum 1.5 m x 1 m
• Instalasi 3 (tiga) dimensi dengan ukuran maksimum 2 m x 3 m x 2 m
3. Media bebas
4. Diutamakan mengajukan karya terbaru.
5. Dibolehkan mengirim karya lama, dengan syarat karya harus diciptakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2010-2015) dan sesuai dengan tema serta konsep pameran.
6. Karya yang diajukan bisa dikerjakan secara individual maupun secara berkelompok (kolektif).
7. Peserta mengirimkan berbagai macam dokumen teknis sebagai berikut :
• Bila mengirimkan karya lama, diharapkan mengirim foto karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
• Bila mengajukan karya baru, kirimkan foto/hasil scan sketsa karya dengan resolusi tinggi (300dpi, dengan ukuran file minimum 1 MB).
• Detil karya dan penjabaran konsep karya dalam format MS Word, maksimum 300 kata, yang bisa disunting ulang oleh tim panitia. Detil karya meliputi judul, media, ukuran, tahun pembuatan.
• Biodata maupun CV perupa yang memuat data-data tentang nama, alamat surat, nomor telpon, alamat e-mail, serta riwayat kepesertaan pada pameran seni rupa.
• Semua dokumen digabung dalam sebuah folder terkompres (format .ZIP atau .RAR) yang diberi nama sesuai nama calon peserta, dan dikirimkan ke alamat email larassinawangfky27@gmail.comsebelum tanggal 15 Agustus 2015. Tenggat waktu pengiriman dokumen adalah 15 Agustus 2015 pukul 24:00.
8. Proses seleksi dilakukan oleh : Stefan Buana (seniman), Eross SO7 (musisi), Greg Wuryanto (arsitek - akademis), Gintani Swastika (seniman - kurator)
9. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 20 Agustus 2015 di situs resmi FKY www.infofky.com
10. Calon peserta yang lolos seleksi diminta mengirimkan karya ke kantor panitia pameran antara tanggal 21-24 Agustus 2015, dan selambat-lambatnya pada tanggal 24 Agustus 2015. Catatan lebih lanjut untuk teknis pengiriman karya akan disusulkan lewat email calon peserta yang lolos seleksi.
11. Pemajangan karya akan dilakukan pada tanggal 23-24 Agustus 2015. Tim pajang karya pameran akan bertanggung jawab pada proses tersebut. Peserta lolos seleksi yang membutuhkan hal khusus terkait pemajangan karya diharapkan menghubungi koordinator display.
12. Contact Person:
• Arsita Pinandita (Pimpinan Pameran) 08175416118
• Mohammad Hadid (Pimpinan Program) 08156868578
• Raga Oktaviansyah (Manajemen Karya) 08562933168

Formulir bisa diunduh melalui tautan di bawah ini:

Syarat dan Ketentuan Paperu FKY27

Paperu FKY27: LARAS SINAWANG
Unknown11.01 0 komentar

Paperu merupakan sebuah singkatan yang merujuk kepada para perupa muda yang hidup di lintasan zaman digital dan ‘apa saja boleh’, di mana seni seakan-akan menjadi praktik cair yang bisa dilakukan siapa saja.

Latar Pemikiran
Tajuk ‘Paperu FKY27: Laras Sinawang‘ merujuk pada sebuah ruang aktualisasi dari sebuah konsep keselarasan hidup atau harmoni. Kata sinawang diambil dari istilah dalam Jawa “sawang sinawang” yang mempunyai makna harafiah berarti saling memandang terhadap orang lain dan diri sendiri. Laras Sinawang dalam pameran ini menjadi bahan refleksi diri manusia terhadap harmonisasi perjalanan hidup yang diyakini.
Berangkat dari sana, pameran ini ingin bercermin pada dua hal, yakni semangat dalam tema besar perhelatan FKY 27 saat ini untuk “dandan” dan semangat untuk “membicarakan zaman”, di mana orang-orang kini hidup di tengah melimpahnya arus informasi (bahkan yang paling banal sekalipun), kekecewaan maupun harapan terhadap negara, sampai menyeruaknya ruang-ruang untuk mengekspresikan diri serta menawarkan rangkaian kerja “estetik” melalui media sosial. Di tengah semangat zaman seperti itu, masih bisakah kita saling sinawang atau merefleksikan orang-orang biasa di dalam kehidupan dan seni pada umumnya?
Orang-orang biasa di dalam perubahan sejarah menjadi penting untuk ditangkap semangatnya, pertama-tama karena “orang-orang biasa” bukanlah sebuah subject matter yang asing. Dalam dunia seni rupa, bapak seni modern Indonesia Sudjojono pernah menggaungkan betapa pentingnya bagi seorang seniman untuk kembali ke segala hal-ihwal tentang masyarakatnya sendiri. Sekali waktu, lewat sebuah esei berjudul “Menuju Corak Seni Lukis Persatuan Indonesia Baru”, Sudjojono pernah mengajak para seniman untuk merasai ‘kehidupan rakyat jelata kita dikampung-kampung, desa-desa dan juga gambaran-gambaran berwarna, anak-anak kita [yang] masih tulen rasa warna dan coraknya serta belum dirusak oleh pelajaran guru-guru menggambar yang berasa warna Barat’, sebab dari sanalah terletak adagium ‘kesenian yang merdeka, segar, dan hidup’.
Apa yang digaungkan Sudjojono mudah disalah-pahami sebagai ajakan untuk kembali kepada realisme, meski ‘Paperu: Laras Sinawang’ tidak bermaksud menekankan subject matter dan konsepnya semata pada gaya tersebut. Meski demikian, dengan konteks zaman serta perkembangan kebudayaan sekarang yang tentu saja sangat berbeda dengan zaman di mana Sudjojono hidup (zaman yang penuh pergulatan dan pencarian identitas nasional Indonesia), semangat untuk kembali ke ‘orang-orang biasa’, seperti digaungkan oleh sang peletak fondasi senirupa modern Indonesia itu, masih tetap bisa dipinjam untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Alasan berikutnya yang bakal menjawab kenapa orang-orang biasa menjadi penting untuk dibicarakan lebih berhubungan dengan konteks “dandan” yang menjadi tema besar FKY 27 2015. Sebagaimana bisa dilihat, Yogyakarta beberapa tahun belakangan mengalami perubahan yang luar biasa. Lanskap kota yang berubah seturut dengan pertumbuhan modal serta kapitalisme yang makin menggurita. Berkaca dari perubahan pesat Yogyakarta itu sendiri, tampak bahwa kota dengan status keistimewaan itu sedang berusaha untuk mendandani dirinya. Dalam situasi zaman sekarang yang penuh dengan banjir informasi serta beragam saluran untuk mengekspresikan pandangan serta kedirian masing-masing, semangat untuk kembali ke ‘orang-orang biasa’ bukanlah sesuatu yang asing. Salah satu contoh riil adalah menjamurnya semangat berkesenian yang mengajak publik untuk terlibat dan merespon berbagai macam isu lokal yang terkait dengan hidup sehari-hari mereka.  
Berangkat dari pemahaman yang disebut di atas, ‘Parperu x Paperu: Laras Sinawang‘ pada gilirannya dimaksudkan sebagai ruang saling sinawang terhadap sekitar, membangun harmoni pada kehidupan. Yang jauh lebih penting dari itu adalah menawarkan “peta rasa serta pengetahuan” tentang zamansekarang – pengetahuan yang nantinya dilihat dari kacamata seni yang menekankan subject matter-nya pada orang-orang biasa dalam aliran sejarah.

Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY27 akan berlangsung pada 25 - 31 Agustus 2015 di Sasana Hinggil, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. Sebanyak 10 seniman undangan dan 30 seniman seleksi open call bakal meramaikan pameran tersebut.

Jumat, 22 Agustus 2014

Proses penjurian karya aplikasi CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown08.13 0 komentar


Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2 - 9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Karya-karya seniman muda hasil seleksi dan karya seniman undangan akan dipamerkan dalam pameran ini. Penjaringan karya dilakukan dengan sistem open call dibuka sejak tanggal 22 juli sampai 19 agustus 2014 dengan cara aplikasi yang dikirim ke tim panitia yang mendapatkan respon yang sangat baik dari para perupa muda baik dari Yogyakarta maupun  luar kota Yogyakarta. Sampai hari terakhir penerimaan aplikasi karya, tercatat ratusan aplikasi yang diterima panitia, selanjutnya dibawa ke proses seleksi dan penjurian.

Proses seleksi dan penjurian diselenggarakan di Ruang Jurnal, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta pada tanggal 21 Agustus 2014, jam 13.00 - 19.00. Tim juri adalah Ruang Jurnal yang beranggotakan Sujud Dartanto (narasumber pameran CUT & RE-MIX FKY 26), AC. Andre Tanama, Rain Rosidi, Koskow Widyatmoko dan Nano Warsono serta direktur artistik pameran Farid Stevy Asta. Selain menyeleksi karya berdasarkan syarat dan ketentuan aplikasi yang sudah dipublikasikan sebelumnya, beberapa parameter penilaian digunakan oleh tim juri dalam menyeleksi karya-karya aplikasi, sehingga diharapkan karya-karya yang lolos seleksi adalah karya-karya yang relatif baru, memiliki inovasi teknik, kebaruan bentuk dan kesegaran gagasan, serta memiliki semangat cut & re-mix.

Pada akhir penjurian, tim juri bersama panitia pameran juga memutuskan untuk memilih lebih dari 40 karya dari yang direncanakan. Akhirnya sejumlah 48 aplikasi karya berhasil lolos seleksi dan akan dipamerkan bersama 10 karya seniman undangan. Pengumuman hasil seleksi ada di postingan berikutnya di blog ini. Kepada seluruh perupa muda yang telah berpartisipasi dalam open call pameran ini, tim panitia menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya. Selanjutnya, bagi para perupa muda yang karyanya lolos seleksi akan dihubungi oleh tim panitia dan diharapkan bisa mengikuti proses berikutnya sampai pada terselenggaranya pameran ini.

klik: Pengumuman perupa muda peserta pameran hasil seleksi dan perupa muda undangan peserta pameran CUT & RE-MIX FKY 26.

Pengumuman perupa lolos seleksi CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown08.13 0 komentar


Perupa muda peserta pameran CUT & RE-MIX FKY 26 hasil seleksi adalah:

1. ADEK DIMAS AJISAKA, Blitar
2. AGNISA WISESA, Tangerang
3. AGUNG T. ATMOJO, Yogyakarta
4. AHDIYAT N. & TARA A. KASENDA, Bandung
5. ANDRES BUSRIANTO, Yogyakarta
6. ANTON SUBIYANTO, Yogyakarta
7. ARCE PRIANGSARI, Magelang
8. ARWIN HIDAYAT, Yogyakarta
9. ARYA SUKAPURA PUTRA, Yogyakarta
10. AWALUDIN, Bandung
11. AZIZI AL MAJID, Bandung
12. BOBBY DESTANTO PUTRAKUSUMA, Jakarta
13. DENI IQBAL TERUNA, Jakarta
14. DERRY PRATAMA, Yogyakarta
15. DESSY SAFIRA, Bandung
16. DEY IRFAN ADIANTO, Bandung
17. DONNY KABO, Yogyakarta
18. DYAH RETNO FITRIANA, Yogyakarta
19. GALIH JOHAR SEPTIAN NINDYA HADI, Yogyakarta
20. GANDHI EKA, Bandung
21. GILANG FRADIKA AZHAR, Yogyakarta
22. HASAN AGUS, Yogyakarta
23. HORESTES VICHA URSAPRIMA, Yogyakarta
24. I GEDE JAYA PUTRA, Bali
25. I GUSTI AGUNG BAGUS ARI MARUTA, Bali
26. I MADE AGUS DARNIKA a.k.a SOLAR, Bali
27. I MADE PUTRA INDRAWAN, Bali
28. ISMU ISMOYO, Yogyakarta
29. KARYADI, Yogyakarta
30. LAUNA LUTFIYANA, Yogyakarta
31. MAHAPUTRA VITO, Yogyakarta
32. MESSY, Semarang
33. MINORITY ART GROUP, Yogyakarta
34. MUHAMMAD HASAN, Yogyakarta
35. NADIRA JULIA, Jakarta
36. NISSA FIJRIANI, Yogyakarta
37. OETJE LAMNO, Yogyakarta
38. PANDE GIRI ANANDA, Yogyakarta
39. PRADHANI RATNA & VIDEOROBBER, Yogyakarta
40. RAMADHANI KURNIAWAN, Yogyakarta
41. RAMON BACHTIAR R., Semarang
42. RARA KUASTRA, Tarakan
43. RATO TANGGELA, Yogyakarta
44. RISTIYANTO CAHYO WIBOWO, Yogyakarta
45. ROSIT MULYADI, Yogyakarta
46. STEFANUS ENDRY PRAGUSTA, Yogyakarta
47. TAUFIK NOOR ADITAMA, Yogyakarta
48. YUSUP DILOGO, Yogyakarta

Perupa muda undangan peserta pameran CUT & RE-MIX FKY 26 adalah:
1. AHMAD OKA, Yogyakarta
2. ANOM SUGISWOTO, Yogyakarta
3. ANTI TANK, Yogyakarta
4. IVAN BESTARI MINAR PRADIPTA, Yogyakarta
5. JAFIN ROCX, Yogyakarta
6. LIFEPATCH, Yogyakarta
7. MUFTI PRIYANKA, Bandung
8. NSIDEONE, Yogyakarta
9. SODA JERK, Sydney (Au)
10. THEDEO MIX BLOOD, Yogyakarta

Rabu, 20 Agustus 2014

ThedeoMIXBLOOD at CUT & RE-MIX FKY 26 (Arsip)
Unknown02.19 0 komentar


Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2 - 9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Selain akan memamerkan 40 karya seniman muda hasil seleksi, juga akan menampilkan 10 karya seniman undangan. Berikut profil salah satu seniman undangan.

ThedeoMIXBLOOD merupakan kelompok proyek Dila (Fahla Fadhillah Lotan) dan Otong (R. Bonar D. Senan Putro) berdiri sebagai pematung individual. Terinspirasi oleh Graffiti dan Pop Art dan juga dipengaruhi oleh peristiwa traumatik masa kecil, thedeoMIXBLOOD menciptakan kolase dari semua segmen yang berbeda dari beberapa bahan seperti mainan, boneka Barbie, boneka Wayang, kain, batik, majalah, manik-manik, dan sekrup. Dengan mengambil bagian dari satu konteks dan piecing mereka bersama-sama ke yang lain, patung mereka menjadi hybrid, aneh, namun fantastis seperti karakter mitos yang ditemukan dalam film fantasi. ThedeoMIXBLOOD berbakat dalam mewujudkan apa yang tak terlukiskan ke dalam sebuah karya seni.


Fahla Fadhillah Lotan (Dila) Lahir di Bandung, 29 Oktober 1990. Menempuh studi Strata 1 di Fakultas Seni Media Rekam. Penjurusan yang dipilih adalah Fotografi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta). Dan rekannya, R. Bonar Diat S.P. (Otong) Lahir di Solo, 22 November 1982. Menempuh studi Strata 1 di Fakultas Seni Rupa di Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta).

ThedeoMIXBLOOD, beralamatkan di Jln. Imogiri Barat Km.6/RT 03 No. 77, Ds Ngoto, Sewon, DIY. Tercatat mulai dari tahun 2010, telah mengikuti dan menyelenggarakan beberapa Pameran Tunggal, Performance Art, dan juga Workshop yang bisa dilihat lengkap di www.room-thedeomixblood.blogspot.com, FB: thedeoMIXBLOOD, Instagram: Fahlalotan atau dengan menghubungi via email di boxthedeomixblood@gmail.com dan bisa menghubungi langsung ke nomor telepon +62 0857 2997 3750.

Open Application CUT & RE-MIX. mengundang teman-teman perupa muda untuk ambil bagian dalam pameran ini, sebebas-bebasnya, semederdeka-merdekanya melalui jalur open application sampai tanggal 19 Agustus 2014. Pameran CUT & RE-MIX akan diselenggarakan di Jogja Gallery tanggal 2-9 September 2014. Klik disini untuk melihat syarat dan ketentuannya.